Kamis, 02 Mei 2013

BAHAN AJAR

 

A.      PENGERTIAN BAHAN AJAR
Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.  
·      Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).
·      Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
·      Bahan Ajar atau learning material, merupakan materi ajar yang dikemas sebagai bahan untuk disajikan dalam proses pembelajaran.
Bahan pembelajaran dalam penyajiannya berupa deskripsi yakni berisi tentang fakta-fakta dan prinsip-prinsip, norma yakni berkaitan dengan aturan, nilai dan sikap, serta seperangkat tindakan/keterampilan motorik. Dengan demikian, bahan pembelajaran pada dasarnya berisi tentang pengetahuan, nilai, sikap, tindakan dan keterampilan yang berisi pesan, informasi, dan ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan proses yang terkait dengan pokok bahasan tertentu yang diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Bahan ajar terdiri atas:
Ø  pengetahuan (knowledges)
Ø  keterampilan (skills)
Ø  sikap (aptitudes), nilai-nilai (values)
Dilihat dari aspek fungsi, bahan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua kelompok,  yaitu:
1.    Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara langsung
Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan langsung, bahan pembelajaran merupakan bahan ajar utama yang menjadi rujukan wajib dalam pembelajaran. Contohnya adalah buku teks, modul, handout, dan bahan-bahan panduan utama lainnya. Bahan pembelajaran dikembangkan mengacu pada kurikulum yang berlaku, khususnya yang terkait dengan tujuan dan materi kurikulum seperti kompetensi, standar materi dan indikator pencapaian.
2.    Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara tidak langsung
Bahan pembelajaran merupakan bahan penunjang yang berfungsi sebagai pelengkap. Contohnya adalah buku bacaan, majalah, program video, leaflet, poster, dan komik pengajaran. Bahan pembelajaran ini pada umumnya disusun di luar lingkup materi kurikulum, tetapi memiliki keterkaitan yang erat dengan tujuan utamanya yaitu memberikan pendalaman dan pengayaan bagi siswa.
 
B.       TUJUAN DAN MANFAAT PENYUSUNAN BAHAN AJAR
Bahan ajar yang disusun dengan tujuan :
1.      Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yaitu bhan ajar yang sesuai karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik.
2.      Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar disamping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.
3.      Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran

C.      PRINSIP BAHAN AJAR
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menyususn bahan ajar atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi: prinsiprelevansi, konsistensi dan kecukupan (Anonim, 2006)
1.    Prinsip Relevansi
Artinya keterkaitan materi pembelajaran hendaknya relevan, atau ada keterkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Misalnya, jika kompetensi yang diharapkan berupa mencari fakta dalam bacaan, maka materi yang diajarkan harus berupa contoh fakta dan bahan bacaan.
2.    Prinsip Konsistensi
artinya keajegan, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan harus meliputi empat macam. Misalnya, kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian maka, materi yang diajarkan hrus meliputi teknik penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
3.    Prinsip Kecukupan
                        Artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang  buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
D.      KARAKTERISTIK BAHAN AJAR
Suatu bahan pembelajaran yang baik memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri yang melekat pada bahan ajar yang disajikan (disusun) merupakan ciri khas yang membedakan antara bahan pembelajaran yang baik dengan bahan pembelajaran yang tidak baik.
Bahan pembelajaran yang baik memenuhi syarat substansial dan penyajian sebagai berikut:
1.    Secara substansial bahan pembelajaran harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a.    Sesuai dengan visi dan misi sekolah
Visi merupakan wawasan jauh ke depan yang menunjukkan arah bagi pencapaian tujuan. Sedangkan misi merupakan gambaran tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh lembaga, dalam hal ini sekolah/madrasah. Visi dan misi sekolah dalam pencapaiannya diwujudkan melalui proses pembelajaran, sedangkan proses pembelajaran dibanguna diantaranya karena adanya bahan pembelajaran. Oleh karena itu bahan pembelajaran yang disusun harus sesuai dengan visi, misi, karena bahan pembelajaran itu sendiri merupakan sarana materi yang akan disampaikan pada siswa dalam upaya mencapai visi dan misi sekolah.
b. Sesuai dengan kurikulum
Kurikulum yang dimaksud adalah seperangkat program yang harus ditempuh siswa dalam penyelesaian pendidikannya. Paling tidak, secara sempit kurikulum meliputi aspek tujuan/kompetensi, indikator hasil materi, metoda dan penilaian yang digunakan dalam proses pembelajaran. Bahan ajar, dalam hal ini merupakan pengembangan materi pembelajaran hendaknya senantiasa sesuai dengan tujuan/kompetensi, materi dan indikator keberhasilan.
c.    Menganut azas ilmiah
       Ilmiah yang dimaksud adalah bahan ajar tersebt disusun dan disajikan secara sistematis (terurai dengan baik) metodologis (sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan).
d.   Sesuai dengan kebutuhan siswa
Bahan ajar merupakan hal yang harus dicerna dan dikuasai siswa. Dengan demikian bahan ajar disusun semata-mata untuk kepentingan siswa. Oleh karena itu, maka bahan ajar yang disusun hendaknya sesuai dengan kebutuhan siswa, yaitu sesuai dengan tingkat berpikir, minat, latar sosial budaya dimana siswa itu berada.
2.    Memenuhi kriteria penyajian, yang meliputi:
a.    Memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi
Bahan pembelajaran yang disusun hendaknya memiliki derajat keterbacaan yang tinggi, dalam arti bahasa yang disajikan menggunakan struktur kalimat dan kosa kata yang baik, bentuk kalimat sesuai tata bahasa, dan isi pesan yang disampaikan melalui huruf, gambar, photo dan ilustrasi lainnya memiliki kebermaknaan yang tinggi.
b.   Penyajian format dan fisik bahan pembelajaran yang menarik
Format dan fisik bahan pembelajaran juga harus diperhatikan. Format dan fisik buku ini berkaitan dengan tata letak (layout), penggunaan model dan ukuran huruf, warna, gambar komposisi, kualitas dan ukuran kertas, penjilidan, dsb. Format dan fisik bahan ajar sebenarnya merupakan tanggung jawab penerbit (bila bahan ajar tersebut diterbitkan), tetapi sebaiknya penulis memiliki gagasan bagaimana format dan fisik bahan ajar yang diinginkan.

E.       PERAN BAHAN PEMBELAJARAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan aktifitas dalam upaya pewujudan kompetensi siswa, dibangun oleh berbagai unsur, yaitu unsur raw input (siswa) yang akan diproses/dibentuk kompetensinya, instrumental input (terdiri dari tujuan, materi berupa bahan ajar, media dan perangkat evaluasi) yang berfungsi sebagai perangkat yang akan memproses pembentukan kompetensi, serta perangkat lingkungan (environmental input), seperti lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat, yang turut mempengaruhi keberhasilan pencapaian kompetensi.
Bahan pembelajaran dalam proses pembelajaran dengan demikian menempati posisi penting dalam proses pembelajaran, hal tersebut karena bahan ajar merupakan materi yang akan disampaikan/disajikan. Tanpa bahan ajar mustahil pembelajaran akan terwujud. Tepat tidaknya, sesuai tidaknya bahan ajar dengan tujuan dan kompetensi yang diharapkan akan menentukan tercapai tidaknya tujuan kompetensi pembelajaran yang diharapkan.
Berdasarkan uraian tersebut, bahan ajar merupakan inti dari kurikulum yang berfungsi sebagai alat pencapaian tujuan dalam proses pembelajaran. Secara lebih
  rinci, peran bahan ajar bagi guru, siswa dan pihak terkait:
1.    Peran bahan pembelajaran bagi guru
a.     Wawasan bagi guru untuk pemahaman substansi secara komprehensif
b.    Sebagai bahan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran
c.     Mempermudah guru dalam mengorganisasikan pembelajaran di kelas
d.    Mempermudah guru dalam penentuan metoda pembelajaran yang tepat serta sesuai kebutuhan siswa
e.     Merupakan media pembelajaran
f.     Mempermudah guru dalam merencanakan penilaian pembelajaran.
2.    Peran bahan pembelajaran bagi siswa
a.    Sebagai pegangan siswa dalam penguasaan materi pelajaran untuk mencapai kompetensi yang dicanangkan.
b.    Sebagai informasi atau pemberi wawasan secara mandiri di luar yang disampaikan oleh guru di kelas.
c.    Sebagai media yang dapat memberikan kesan nyata berkaitan dengan materi yang harus dikuasai.
d.   Sebagai motivator untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi tertentu.
e.    Mengukur keberhasilan penguasaan materi pembelajaran secara mandiri.
3.    Peran pembelajaran bagi pihak terkait
a.    Dapat mendorong pihak terkait untuk memfasilitasi pengadaan bahan pembelajaran yang dibutuhkan guru dan murid di sekolah.
b.    Dapat meberi masukan kepada guru atau penyusun bahan pembelajaran agar bahan pembelajaran tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa dengan segenap lingkungannya.
c.    Dapat membantu dalam pemilihan dan penetapan media serta alat pembelajaran lainnya yang mendukung keberhasilan penguasaan bahan pembelajaran oleh siswa.
d.   Sebagai alat pemberian reward (penghargaan) terhadap guru yang secara kreatif menyusun serta mengembangkan bahan pembelajaran.

F.       CAKUPAN BAHAN AJAR
Dalam pengembangan bahan ajar mencakup:
       Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat
       Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
       Tujuan yang akan dicapai
       Informasi pendukung
       Latihan-latihan
       Petunjuk kerja
       Penilaian

G.      JENIS BAHAN AJAR
Jenis bahan ajar adalah menurut Abdul Majid (2006) dalam bukunya menyebutkan bentuk bahan ajar, antara lain:
1.         Bahan cetak, seperti: modul, buku teks, LKS, hand out, leaflet, wallchart, foto atau gambar, model/ maket.
2.         Bahan ajar dengan (audio), seperti: kaset, radio, piringan hitam dan compact disk audio.
3.         Bahan ajar pandang dengar (audio visual), seperti: video compact disk,film.
4.         Bahan ajar interaktif (interactive teaching material) seperti: CD interaktif.

1.      Lembar Kerja Siswa
a.    Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu sumber belajar yang berbentuk lembaran yang berisikan materi secara singkat, tujuan pembelajaran, petunjuk mengerjakan pertanyaan-pertanyaan dan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab siswa. Lembar Kerja Siswa (LKS) salah satu jenis alat bantu pembelajaran, bahkan ada yang menggolongkan dalam jenis alat peragapembelajaran.
Lembar kegiatan siswa (student work sheet) juga bisa diartikan sebagai lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa, berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas.   Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. Secara umum Lembar Kerja Siswa merupakan perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau saran pendukung pelaksanaan RPP.
b.     Langkah-langkah Penulisan LKS
Langakh-langkah dalam penyusunan LKS sebagai berikut:
       Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi
pembelajaran.
       Menyusun peta kebutuhan LKS
       Menentukan judul LKS
       Menulis LKS
       Menentukan alat penilaian
c.    Struktur Lembar Kerja Siswa (LKS)
Secara umum struktur Lembar Kerja Siswa adalah sebagai berikut
       Judul, mata pelajaran, semester, tempat
       Petunjuk belajar
       Kompetensi yang akan dicapai
       Indikator
       Informasi pendukung
       Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
       Penilaian
d.   Tujuan  dan Manfaat Lembar Kerja Siswa
Tujuan penggunaan LKS dalam proses belajar mengajar adalah:
1)        Memberi pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang perlu dimiliki oleh peserta didik.
2)        Mengecek tingkat pemahaman terhadap materi yang telah disajikan.
3)        Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit disampaikan secara lisan.
Manfaat yang diperoleh dengan penggunaan LKS dalam proses pembelajaran adalah:
1)        Mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran.
2)        Membantu peserta didik dalam mengembangkan konsep.
3)        Melatih peserta didik menemukan dan membangkan ketrampilan proses.
4)        Sebagai pedoman guru dan peserta didik dalam melaksanakan ketrampilan proses.
5)        Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan belajar.
6)        Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis. (Suyitno, 1997:40)
e.       Keunggulan Lembar Kerja Siwa
Lembar Kerja Siswa memiliki keunggulan, seperti yang dikatakan oleh Hartati (2003) sebagai berikut:
1)        Membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan.
2)        Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat individual sehingga dapat kokoh/ mendalam tertinggal di dalam jiwa tersebut.
3)        Dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa.
4)        Mampu mengarahkan cara belajar siswa, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar giat.
5)        Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika LKS disusun dengan baik seperti langkah-langkah di atas maka penggunaan LKS dapat membuat pembelajaran yang dilakukan berhasil karena LKS dapat mengarahkan siswa untuk menemukan dan mengembangkan konsep sendiri dengan atau tanpa bantuan guru dan juga membangkitkan minat belajar siswa.
2.      Bahan Ajar vs. Buku Teks
Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM.. Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu.
a.       Bahan ajar :
v Menimbulkan minat baca
v Ditulis dan dirancang untuk siswa
v Menjelaskan tujuan instruksional
v Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel
v Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.
v Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih
v Mengakomodasi kesulitan siswa
v Memberikan rangkuman
v Gaya penulisan komunikatif dan semi formal
v Kepadatan berdasar kebutuhan siswa
v Dikemas untuk proses instruksional
v Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa
v Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.
b.      Buku teks :
v Mengasumsikan minat dari pembaca
v Ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
v Dirancang untuk dipasarkan secara luas
v Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional
v Disusun secara linear
v Stuktur berdasar logika bidang ilmu
v Belum tentu memberikan latihan
v Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa
v Belum tentu memberikan rangkuman
v Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
v Sangat padat
v Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.
3.      Modul
a.         Pengertian Modul
·      Modul merupakan alat atau sarana  pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.
       Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metoda, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri.
Modul digunakan secara mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing individu secara efektif dan efesien. Memiliki karakteristik stand alone yaitu modul dikembangkan tidak tergantung pada media lain , bersahabat dengan user atau pemakai, membantu kemudahan pemakai untuk direspon atau diakses, mampu membelajarkan diri sendiri.
Dalam penyusunan modul , memiliki persyaratan, antara lain :
1)   Tujuan antara dan tujuan akhir modul harus dirumuskan secara jelas dan terukur
2)   Materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas
3)   Tersedia contoh-contoh, ilustrasi yang jelas,tersedia soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya materinya up to date dan kontekstual
4)   Bahasa sederhana lugas komunikatif
5)   Terdapat rangkuman materi pembelajaran, tersedia instrument penilaian yang memungkinkan peserta diklat melakukan self assessment.
6)   Mengukur tingkat penguasaan materi diri sendiri
7)   Terdapat umpan balik atas penilaian peserta diklat
8)   Terdapat informasi tentang rujukan/pengayaan/referensi yang mendukung materi
b.        Tujuan Penulisan Modul
1)   Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat  verbal.
2)   Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baik siswa atau peserta diklat maupun guru/instruktur.
3)   Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi, seperti :
§  Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat;
§  Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya,
§  memungkinkan siswa atau peserta diklat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya.
§  Memungkinkan siswa atau peserta diklat dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
c.         Karakteristik Modul
1)      Self instructional
Peserta diklat mampu membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain.
2)      Self Contained
Seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu modul secara utuh.
3)      Stand alone
Modul manual/multimedia yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media lain.
4)    Adaptif
Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi
5)      User friendly
Modul hendaknya juga memenuhi kaidah bersahabat/akrab dengan pemakainya
6)      Konsistensi
Dalam penggunaan :
Ø FONT
Ø SPASI
Ø TATA LETAK (LAYOUT)
7)      Format
·         Format kolom tunggal atau multi
·         Format kertas vertikal atau horisontal
·         Icon yang mudah ditangkap
d.        Kerangka Modul
       Halaman Sampul
       Halaman Francis
       Kata Pengantar
       Daftar Isi
       Peta Kedudukan Modul
       Glosarium
I.         PENDAHULUAN
A.      Deskripsi
B.       Prasarat
C.       Petunjuk Penggunaan Modul
1.         Penjelasan Bagi Peserta diklat
2.         Peran Guru Antara Lain
D.      Tujuan Akhir
E.       Kompetensi
F.        Cek Kemampuan
II.      PEMBELAJARAN
A.      Rencana Belajar Peserta diklat
B.       Kegiatan Belajar
1.    Kegiatan Belajar 
   a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
   b. Uraian Materi
   c. Rangkuman
   d. Tugas
   e. Tes Formatif
   f.  Kunci Jawaban Formatif
   g. Lembar Kerja
2. Kegiatan Belajar
3. Kegiatan Belajar

III.   EVALUASI
1.        Kognitif Skill
2.        Psikomotor Skill
3.        Attitude Skill
4.        Produk/Benda Kerja Sesuai Kriteria Standart
5.        Batasan Waktu Yang Telah Ditetapkan
6.        Kunci Jawaban










DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul. 2006. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bnadung : REMAJA ROSDAKARYA

                       




Tidak ada komentar:

Posting Komentar