Selasa, 30 April 2013

ASESMEN KERJA DAN PORTOFOLIO


A.           PENGERTIAN ASESMEN
                   Menurut Poerwanti, dkk.(2008 : 3) secara umum asesment dapat diartikan sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulum, program pembelajaran, iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. Keputusan tentang siswa termasuk bagaimana guru mengelola pembelajaran di kelas, bagaimana guru menempatkan siswa pada program-program pembelajaranyang berbeda, tingkat tugas-tugas untuk siswa yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, bimbingan penyuluhan dan sarana untuk pembelajaran.
                   Sementara menurut Robert M. Smith (2002) dalam Mawardi (2011) suatu penilaian yang komperhensif dan melibatkan anggota tim untuk mengetahui kelebihan dan kekuatan yang mana hasil keputusannya dapat digunakan untuk layanan pendidikan yang dibutuhkan anak sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran. Sedangkan Akhmad (2008) menyebutkan bahwa asesmen atau penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaiannuntuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi ( rangkaian kemampuan) peserta didik.
                    Berdasarksn pengertian di atas  dapat disimpulkan bahwa asesment merupakan kegiatan guru selama rentang pembelajaran untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi peserta didik.

B.            TUJUAN ASESMEN
          Menurut Diknas (2006) dalam Poerwanti, dkk. (2008) tujuan dari asesmen adalah:
1.      Untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi selama mengikuti pembelajaran dan setelah proses pembelajaran berlangsung.
2.      Untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik, untuk bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi
3.      Untuk memantau kemajuan blajar dan mendiaknosa kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remidial.

C.           TEKNIK-TEKNIK ASESMEN
          Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa dapat dilakukan dengan tes maupun non-tes, baik dengan asesmen kerja ( pross belajar) maupun asesmen portofolio (hasil belajar). Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah asesmen kemajuan peserta didik terhadap pencapaian stndar kompetensi dan kompetensi dasar. Asesmen suatu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil belajar, baik berupa kognitif, afektif dan psikomotor. Menurut Sumarno (2011) adab tujuh ragam teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio dan penilaian diri.

D.           ASESMEN KINERJA DAN ASESMEN PORTOFOLIO
1.      ASESMEN KINERJA
a.      Pengertian
         Asesmen kinerja adalah penilaian terhadap proses pemerolehan pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pembelajaran yang menunjukan kemampuan siswa dalam proses dan produk. Asesmen kinerja pada prinsipnya lebih ditekankan pada proses ketrampilan dan kecakapan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Asesment ini sangat cocok digunakan untuk menggambarkan proses, kegiatan atau unjuk kerja dinilai melalui pengamatan terhadap siswa ketik melakukan kegiatan. Misalnya penilaian terhadap kemampuan siswa merangkai alat praktikum untuk percobaan sederhana dilakukan selama siswa merangkai alat, bukan sebelum atau setelah alat dirancang.
         Asesmen kinerja tidak hanya bergantung pada jawaban benar atau salah. Sebagaiman halnya dengan asesmen bentuk essay, observasi yang dilakukan oleh guru dalam rangka melakukan pertimbangan-pertimbangan subyektif berkenaan dengan level prestasi yang dicapai siswa. Evaluasi ini didasarkan pada perbandingan kinerja siswa dalam mencapai keunggulan prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
         Menurut Ari widodo, dkk (2007) Berdasarkan cara melaks anakan asesmen kinerja dikelompokan menjadi :
1)      Asesmen kinerja klasikal digunakan untuk mengakses kinerja siswa secara keseluruhan dalam satu kelas keseluruhan.
2)      Asesmen kinerja kelompok untuk mengakses kinerja siswa secara kelompok
3)      Asesmen kinerja individu untuk mengakses kinerja siswa secara individu.

b.   Tujuan dan Manfaat Asesmen Kinerja
Menurut Pohan tujuan asesmen kinerja adalah :
1.      Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar
2.      Menentukan level atau jenjang kemampuan siswa
3.      Mempengaruhi persepsi publik tentang efektifitas pembelajaran
4.      Mengevaluasi kinerja guru dan mengklasifikasikan tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh guru
Manfaat asesmen kinerja antara lain :
1.        Asesmen kinerja menekankan siswa untuk berlomba dengan dirinya sendiri daripada dengan siswa lain.
2.        Dapat menambah pemahaman siswa tentang apa yang diketahui dan dilakukan.
3.        Dapat menghilangkan kerakutan terhadap matematika karena tidak ada jawaban benar atau salah.
4.        Dapat menuntun pembelajaran selanjutnya karena tidak terpisah dari pembelajaran.
5.        Membuat pembelajaran lebih relevan ke kehidupan siswa dan dunia nyata. 
6.        Memberikan kesempatan siswa untuk memperlihatkan kemampuan siswa baik kecepatan maupun ketepatan.
7.        Melakukan pengorganisasian dan pemikiran siswa sendiri.
8.        Memahami bahwa matematika bukanlah serangkaian peraturan untuk diingat dan diikuti tetapi lebih kepada proses yang memungkinkan siswa untuk menyelesaikan masalah.
9.        Meningkatkan motivasi.
10.    Mengetahui kekuatan dan kegunaan matematika
       (Stenmark, 2000)

c.       Fase-fase Perencanaan Asesmen Kinerja
Untuk merealisasikan asesmen kinerja, dimulai dengan membuat perencanaan asesmen kinerja yang meliputi :
1)        Fase 1: mendefinisikan kinerja. Pada tahap ini ditentukan jenis kinerja apa yang ingin dinilai. Misalnya: kemampuan menggunakan mikroskop dapat diuraikan menjadi membawa mikroskop denga benar, menggunakan lensa  dengan perbesaran kecil terlebih dahulu, mengatur pencahayaan, memasang preparat, dan memfokuskan bayangan benda.
2)        Fase 2 : mendesain latihan-latihan kinerja yaitu menyediakan pembelajaran yang memungkinkan aspek yang akan dinilai dapat muncul. Misalnya guru akan menilai kemampuan menggunakan mikroskop, maka KBM yang dipesiapkan adalah praktikum dengan menggunakan mikroskop.
3)        Fase 3 : melakukan persekoran dan pencatatan hasil.

d.      Wujud Penilaian Asesmen Kinerja
1)        Tugas (task), bentuk tugas pada penilaian kinerja bisa bentuk: proyek, pameran, portofolio, atau bentuk tugas yang dapat memperlihatkan kemampuan siswa (real word application)
2)        Kriteria penilaian (rubric), yang merupakan panduan untu kmemberikan skor
3)        Daftar Cek (Check-List)
Penilaian umjuk kerja dengan menggunakan daftar cek, siswa mendapatkan nilai apabila penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. Jika tidak dapat diamati, siswa  tidak memperoleh nilai.  Kelemahan cara ini adalah penilaian hanya mempunyai dua pilihan muntlak, misalnya banar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati. Dengan demikian nilai tengah tidak ada. Namun, daftar cek lebih praktis digunakan untuk mengamati subjek dalam jumlah besar.
Berikut ini contoh asesmen kinerja dalam menggunakan mikroskop dengan teknik penilaian daftar cek
No.
Aspek penilaian
Skala
Ya
Tidak
1
Membawa mikroskop dengna benar


2
Menggunakan lensa  dengan oerbesaran kecil terlebih dahulu


3
Mengatur pencahayaan


4
Memasang preparat


5
Memfokuskan bayangan benda



4)   Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala rentang memungkinkan penilaian memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu karena pemberian nilai secara kontinum dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua.

e.       Langkah Penilaian Kinerja
1.    Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang mempengaruhi hasil akhir yang terbaik.
2.    Tuliskan perlaku kemampuan-kemampuan spesifik(operasional) yang penting dilakukan untuk menyelesaikan hasil yang terbaik.
3.    Usahakan membuat kriteria kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasikan selama melaksanakan tugas.
4.     Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan.yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati  (observable) atau karakter produk yang dihasilkan.
5.    Urutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang  dapat diamati.
6.     Periksa kembali apa yang telah dibuat dan kalau mungkin dibandingkan kriteria kemampuan yang sudah ada yang telah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan.

f.       Kelemahan dan Kelebihan Asesmen Kinerja
v  Kelebihan
1)        Pembelajaran dapat lebih efektif karena asesmen kinerja trintegrasi dalam proses pembelajaran.
2)             Membantu siswa untuk mengkomunikasikan ide, baik kepada teman, guru maupun kelas.
3)             Lebih lengkap dan valid dalam menilai kemampuan siswa.
4)             Mengembangkan pengetahuan dan keahlian siswa karena tidak hanya sekedar memberikan jawaban tapi juga beserta alasannya.
5)             Jawaban bersifat terbuka karena tidak ada jawaban benar atau salah.
v  Kelemahan
Waktu yang digunakan relatif lama dan adanya kecenderungan guru bersikap subjektif sehingga dikhawatirkan penilaian kurang relevan.
1.      ASESMEN PORTOFOLIO
a.         Pengertian
Penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) siswa dapat dijaring melalui berbagai asesmen. Asesmen portofolio merupakan asesmen otentik yang menggambarkan kemajuan belajar siswa dengan bukti-bukti yang diseleksi bersama oleh siswa dan guru.
Portofolio sebagai asesmen otentik dapat digunakan untuk berbagai keperluan, yaitu :
1)       Mendokumentasikan kemajuan siswa selama kurun waktu tertentu.
2)      Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki.
3)      Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar,
4)      Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar.

b.         Prinsip dan Karakterisrik
Prinsip asesmen portofolio adalah:
1)      Proses dan hasil                                        6) Kesesuaian
2)      Berkala dan berkesinambungan               7) Refleksi bersama
3)      Adil                                                          8) Kerahasiaan bersama
4)      Implikasi sosial belajar                             9) Penciptaan budaya
5)      Saling percaya                                               mengajar
Karakteristik asessmen portofolio adalah:     
1.      Multi sumber                                            5. Integrasi
2.      Autentik                                                   6. Eksplisit
3.      Beragam tujuan                                        7. Dinamis
4.      Kepemilikan


c.       Manfaat Asesmen Portofolio
Manfaat asesmen portofolio dalam pembelajaran, adalah :
1)        Mendokumentasikan kemajuan siswa selama kurun waktu tertentu
2)        Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki.
3)        Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar.
4)        Mendorong tanggung jawa siswa untuk belajar

d.         Keuntungan Asesmen Portofolio
Keuntungan penerapan portofolio sebagai asesmen otentik antara lain sebagai berikut:
1)             kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas, misalnya serangakian kumpulan jurnal dan laporan percobaan siswa dalam kurun waktu tertentu dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan siswa dalam membuat laporan.
2)             Menekankan pada hasil pekerjaan terbaik siswa dapat serta memberikan pengaruh positif dalam belajar. Seleksi hasil karya terbaik siswa melibatkan siswa sehingga siswa merasa dihargai.
3)            membandingkan pekerjaan sekarang dengan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar dari pada membandingkan dengan pekerjaan orang lain.
4)            siswa dilatih untuk menentukan pilihan karya terbaik.
5)            memberikan kesempatan kepada siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu,
6)            dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa itu sendiri, orang tua dan pihak lain yang terkait.

e.       Model Portofolio
Guru dapat mengumpulkan portofolio melalui berbagai cara. Cara yang akan dipakai harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai, tingkatan siswa dan jenis kegiatan yang dilakukan. Berikut ini adalah model portofolio IPA SD yang berisi contohcontoh pekerjaan siswa.
1)        Hasil ulangan
2)         Uraian tertulis hasil kegiatan percobaan sederhana.
3)         Gambar-gambar dan laporan lisan,
4)         Produk berupa hasil pekerjaan proyek
5)        Laporan kelompok dan foto kegiatan siswa
6)         Respon terhadap pertanyaan open-ended atau masalah pekerjaan rumah
7)        Salinan piagam penghargaan

f.        Bentuk Asesmen Portofolio
Bentuk portofolio ada 2 yaitu:
1.        Portofolio Proses ( Proses Oriented )
Adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu.
2.        Portofolio Produk (Product Oriented )
Adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik , tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai  hasil itu terjadi.
Adapun bentuk-bentuk asesmen portofolio diantaranya sebagai berikut:
2)             Catatan anekdotal, yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa, khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran ini memuat identitas yang diamati, waktu pengamatan, dan lembar rekaman kejadiaannya..
3)             Ceklis atau daftar cek, yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak dicapai siswa.
4)             Skala penilaian yang mencatat isyarat kemajuan perkembangan siswa.
5)             Respon-respon siswa terhadap pertanyaan
6)             Tes skrining yang berguna untuk mengidentifikasi keterampilan siswa setelah pengajaran dilakukan, misalnya siswa setelah pengajaran dilakukan, misalnya : tes hasil belajar, PR, LKS, laporan kegiatan lapangan.

g.      Lagnkah-langkah Asesmen Portofolio
Terdapat 3 langkah dalam menerapkan portofolio yaitu:
1)  Tahap persiapan yang meliputi:
a)     Menentukan jenis portofolio yang akan dikembangkan.
b)     Menentukan tujuan penyusunan portofolio.
c)        Memilih kategori-kategori pekerjaan yang akan dimasukkan portofolio.
d)        Meminta siswa untuk memilih tugas-tugas yang akan dimasukkan dalam portofolio.
e)        Guru mengembangkan rubrik untuk menyekor pekerjaan siswa. Rubrik merupakan kriteria penilaian yang menjadi patokan dlam menentukan kualitas portofolio. Rubrik dapat disepakati bersama oleh guru dan siswa.
2)        Mengatur portofolio
Portofolio diatur sesuai kesepakatan selama satu semester. Siswa harusdiinformasikan bahwa semua tugas atau beberapa tugas tersebut akan dijadikan bukti portofolio kemudian ditata dan diorganisir sesuai dengan ciri khas pribadi masingmasing. Portofolio dapat disimpan di dalam folder khusus untuk setiap siswa. Setiap bukti pekerjaan siswa yang masuk dan telah dipilih diberi tanggal.
3)         Pemberian nilai akhir portofolio.
Bagian akhir yaitu menilai portofolio yangtelah lengkap. Asepek yang dinilia            meliputi isi portofolio, dan kelengkapan portofolio yang meliputi pemberian sampul, nama pengembang dan perencana (siswa dan guru), daftar isi serta refleksi diri.




DAFTAR PUSTAKA
Widodo, Ari,dkk. 2007. Pendidikan IPA di SD. Bandung : UPI PRESS
Majid, Abdul. 2006. Perencanaan Pembelajaran.Bandung : Rosdakarya














 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar