A.
PENGERTIAN
ASESMEN
Menurut Poerwanti, dkk.(2008 : 3) secara umum asesment
dapat diartikan sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun
yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang
menyangkut kurikulum, program pembelajaran, iklim sekolah maupun
kebijakan-kebijakan sekolah. Keputusan tentang siswa termasuk bagaimana guru
mengelola pembelajaran di kelas, bagaimana guru menempatkan siswa pada
program-program pembelajaranyang berbeda, tingkat tugas-tugas untuk siswa yang
sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, bimbingan penyuluhan dan
sarana untuk pembelajaran.
Sementara menurut Robert M. Smith (2002) dalam
Mawardi (2011) suatu penilaian yang komperhensif dan melibatkan anggota tim untuk
mengetahui kelebihan dan kekuatan yang mana hasil keputusannya dapat digunakan
untuk layanan pendidikan yang dibutuhkan anak sebagai dasar untuk menyusun
suatu rancangan pembelajaran. Sedangkan Akhmad
(2008) menyebutkan bahwa asesmen atau penilaian adalah penerapan berbagai cara
dan penggunaan beragam alat penilaiannuntuk memperoleh informasi tentang sejauh
mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi ( rangkaian
kemampuan) peserta didik.
Berdasarksn
pengertian di atas dapat disimpulkan
bahwa asesment merupakan kegiatan guru selama rentang pembelajaran untuk
mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar
pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi peserta didik.
B.
TUJUAN
ASESMEN
Menurut Diknas (2006) dalam Poerwanti,
dkk. (2008) tujuan dari asesmen adalah:
1.
Untuk mengetahui tingkat pencapaian
kompetensi selama mengikuti pembelajaran dan setelah proses pembelajaran
berlangsung.
2.
Untuk memberikan umpan balik kepada
peserta didik, untuk bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses
pencapaian kompetensi
3.
Untuk memantau kemajuan blajar dan
mendiaknosa kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat
dilakukan pengayaan dan remidial.
C.
TEKNIK-TEKNIK
ASESMEN
Untuk mengumpulkan informasi tentang
kemajuan belajar siswa dapat dilakukan dengan tes maupun non-tes, baik dengan asesmen
kerja ( pross belajar) maupun asesmen portofolio (hasil belajar). Teknik
pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah asesmen kemajuan peserta
didik terhadap pencapaian stndar kompetensi dan kompetensi dasar. Asesmen suatu
kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil
belajar, baik berupa kognitif, afektif dan psikomotor. Menurut Sumarno (2011)
adab tujuh ragam teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja,
penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk,
penggunaan portofolio dan penilaian diri.
D.
ASESMEN
KINERJA DAN ASESMEN PORTOFOLIO
1. ASESMEN KINERJA
a. Pengertian
Asesmen
kinerja adalah penilaian terhadap proses pemerolehan pengetahuan dan
ketrampilan melalui proses pembelajaran yang menunjukan kemampuan siswa dalam
proses dan produk. Asesmen kinerja pada prinsipnya lebih ditekankan pada proses
ketrampilan dan kecakapan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Asesment
ini sangat cocok digunakan untuk menggambarkan proses, kegiatan atau unjuk
kerja dinilai melalui pengamatan terhadap siswa ketik melakukan kegiatan.
Misalnya penilaian terhadap kemampuan siswa merangkai alat praktikum untuk
percobaan sederhana dilakukan selama siswa merangkai alat, bukan sebelum atau
setelah alat dirancang.
Asesmen kinerja tidak hanya bergantung
pada jawaban benar atau salah. Sebagaiman halnya dengan asesmen bentuk essay,
observasi yang dilakukan oleh guru dalam rangka melakukan
pertimbangan-pertimbangan subyektif berkenaan dengan level prestasi yang
dicapai siswa. Evaluasi ini didasarkan pada perbandingan kinerja siswa dalam
mencapai keunggulan prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
Menurut Ari widodo, dkk (2007)
Berdasarkan cara melaks anakan asesmen kinerja dikelompokan menjadi :
1)
Asesmen kinerja klasikal digunakan untuk
mengakses kinerja siswa secara keseluruhan dalam satu kelas keseluruhan.
2)
Asesmen kinerja kelompok untuk mengakses
kinerja siswa secara kelompok
3)
Asesmen kinerja individu untuk mengakses
kinerja siswa secara individu.
b. Tujuan dan Manfaat Asesmen Kinerja
Menurut
Pohan tujuan asesmen kinerja adalah :
1.
Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan
siswa dalam belajar
2.
Menentukan level atau jenjang kemampuan
siswa
3.
Mempengaruhi persepsi publik tentang
efektifitas pembelajaran
4.
Mengevaluasi kinerja guru dan
mengklasifikasikan tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh guru
Manfaat
asesmen kinerja antara lain :
1.
Asesmen kinerja menekankan siswa untuk
berlomba dengan dirinya sendiri daripada dengan siswa lain.
2.
Dapat menambah pemahaman siswa tentang
apa yang diketahui dan dilakukan.
3.
Dapat menghilangkan kerakutan terhadap
matematika karena tidak ada jawaban benar atau salah.
4.
Dapat menuntun pembelajaran selanjutnya
karena tidak terpisah dari pembelajaran.
5.
Membuat pembelajaran lebih relevan ke
kehidupan siswa dan dunia nyata.
6.
Memberikan kesempatan siswa untuk
memperlihatkan kemampuan siswa baik kecepatan maupun ketepatan.
7.
Melakukan pengorganisasian dan pemikiran
siswa sendiri.
8.
Memahami bahwa matematika bukanlah
serangkaian peraturan untuk diingat dan diikuti tetapi lebih kepada proses yang
memungkinkan siswa untuk menyelesaikan masalah.
9.
Meningkatkan motivasi.
10.
Mengetahui kekuatan dan kegunaan
matematika
(Stenmark,
2000)
c. Fase-fase Perencanaan Asesmen
Kinerja
Untuk
merealisasikan asesmen kinerja, dimulai dengan membuat perencanaan asesmen
kinerja yang meliputi :
1)
Fase 1: mendefinisikan kinerja. Pada
tahap ini ditentukan jenis kinerja apa yang ingin dinilai. Misalnya: kemampuan
menggunakan mikroskop dapat diuraikan menjadi membawa mikroskop denga benar,
menggunakan lensa dengan perbesaran kecil
terlebih dahulu, mengatur pencahayaan, memasang preparat, dan memfokuskan
bayangan benda.
2)
Fase 2 : mendesain latihan-latihan
kinerja yaitu menyediakan pembelajaran yang memungkinkan aspek yang akan
dinilai dapat muncul. Misalnya guru akan menilai kemampuan menggunakan
mikroskop, maka KBM yang dipesiapkan adalah praktikum dengan menggunakan
mikroskop.
3)
Fase 3 : melakukan persekoran dan
pencatatan hasil.
d. Wujud Penilaian Asesmen Kinerja
1)
Tugas (task), bentuk tugas pada penilaian kinerja bisa
bentuk: proyek, pameran, portofolio, atau bentuk tugas yang dapat
memperlihatkan kemampuan siswa (real word
application)
2)
Kriteria penilaian (rubric), yang merupakan panduan
untu kmemberikan skor
3)
Daftar Cek (Check-List)
Penilaian
umjuk kerja dengan menggunakan daftar cek, siswa mendapatkan nilai apabila
penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. Jika tidak dapat
diamati, siswa tidak memperoleh
nilai. Kelemahan cara ini adalah
penilaian hanya mempunyai dua pilihan muntlak, misalnya banar-salah, dapat
diamati-tidak dapat diamati. Dengan demikian nilai tengah tidak ada. Namun,
daftar cek lebih praktis digunakan untuk mengamati subjek dalam jumlah besar.
Berikut ini
contoh asesmen kinerja dalam menggunakan mikroskop dengan teknik penilaian
daftar cek
|
No.
|
Aspek penilaian
|
Skala
|
|
|
Ya
|
Tidak
|
||
|
1
|
Membawa
mikroskop dengna benar
|
|
|
|
2
|
Menggunakan
lensa dengan oerbesaran kecil terlebih
dahulu
|
|
|
|
3
|
Mengatur
pencahayaan
|
|
|
|
4
|
Memasang
preparat
|
|
|
|
5
|
Memfokuskan
bayangan benda
|
|
|
4) Skala
Penilaian (Rating Scale)
Penilaian
unjuk kerja yang menggunakan skala rentang memungkinkan penilaian memberi nilai
tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu karena pemberian nilai secara
kontinum dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua.
e.
Langkah
Penilaian Kinerja
1. Identifikasi
semua langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang mempengaruhi hasil
akhir yang terbaik.
2. Tuliskan
perlaku kemampuan-kemampuan spesifik(operasional) yang penting dilakukan untuk
menyelesaikan hasil yang terbaik.
3. Usahakan
membuat kriteria kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak sehingga semua
kriteria tersebut dapat diobservasikan selama melaksanakan tugas.
4. Definisikan dengan jelas kriteria
kemampuan.yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati
(observable) atau karakter produk yang
dihasilkan.
5. Urutkan
kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati.
6. Periksa kembali apa yang telah dibuat dan
kalau mungkin dibandingkan kriteria kemampuan yang sudah ada yang telah dibuat
sebelumnya oleh orang lain di lapangan.
f. Kelemahan
dan Kelebihan Asesmen Kinerja
v Kelebihan
1)
Pembelajaran dapat lebih efektif karena asesmen
kinerja trintegrasi dalam proses pembelajaran.
2)
Membantu siswa untuk mengkomunikasikan
ide, baik kepada teman, guru maupun kelas.
3)
Lebih lengkap dan valid dalam menilai
kemampuan siswa.
4)
Mengembangkan pengetahuan dan keahlian
siswa karena tidak hanya sekedar memberikan jawaban tapi juga beserta alasannya.
5)
Jawaban bersifat terbuka karena tidak
ada jawaban benar atau salah.
v Kelemahan
Waktu
yang digunakan relatif lama dan adanya kecenderungan guru bersikap subjektif
sehingga dikhawatirkan penilaian kurang relevan.
1. ASESMEN PORTOFOLIO
a.
Pengertian
Penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil
belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) siswa dapat
dijaring melalui berbagai asesmen. Asesmen portofolio merupakan asesmen otentik
yang menggambarkan kemajuan belajar siswa dengan bukti-bukti yang diseleksi
bersama oleh siswa dan guru.
Portofolio sebagai asesmen otentik dapat digunakan
untuk berbagai keperluan, yaitu :
1) Mendokumentasikan kemajuan siswa selama kurun
waktu tertentu.
2) Mengetahui
bagian-bagian yang perlu diperbaiki.
3) Membangkitkan
kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar,
4) Mendorong
tanggung jawab siswa untuk belajar.
b.
Prinsip
dan Karakterisrik
Prinsip asesmen portofolio adalah:
1) Proses
dan hasil 6)
Kesesuaian
2) Berkala
dan berkesinambungan 7)
Refleksi bersama
3) Adil 8)
Kerahasiaan bersama
4) Implikasi
sosial belajar 9)
Penciptaan budaya
5) Saling
percaya mengajar
Karakteristik asessmen portofolio
adalah:
1. Multi
sumber 5.
Integrasi
2. Autentik 6.
Eksplisit
3. Beragam
tujuan 7.
Dinamis
4. Kepemilikan
c.
Manfaat
Asesmen Portofolio
Manfaat asesmen portofolio dalam
pembelajaran, adalah :
1)
Mendokumentasikan kemajuan siswa selama
kurun waktu tertentu
2)
Mengetahui bagian-bagian yang perlu
diperbaiki.
3)
Membangkitkan kepercayaan diri dan
motivasi untuk belajar.
4)
Mendorong tanggung jawa siswa untuk
belajar
d.
Keuntungan
Asesmen Portofolio
Keuntungan penerapan portofolio sebagai asesmen
otentik antara lain sebagai berikut:
1)
kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan
jelas, misalnya serangakian kumpulan jurnal dan laporan percobaan siswa dalam
kurun waktu tertentu dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan siswa dalam
membuat laporan.
2)
Menekankan
pada hasil pekerjaan terbaik siswa dapat serta memberikan pengaruh positif
dalam belajar. Seleksi hasil karya terbaik siswa melibatkan siswa sehingga siswa
merasa dihargai.
3)
membandingkan pekerjaan sekarang dengan
yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar dari pada membandingkan dengan
pekerjaan orang lain.
4)
siswa dilatih untuk menentukan pilihan
karya terbaik.
5)
memberikan kesempatan kepada siswa
bekerja sesuai dengan perbedaan individu,
6)
dapat menjadi alat komunikasi yang jelas
tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa itu sendiri, orang tua dan pihak
lain yang terkait.
e.
Model
Portofolio
Guru dapat mengumpulkan portofolio
melalui berbagai cara. Cara yang akan dipakai harus disesuaikan dengan tujuan
yang hendak dicapai, tingkatan siswa dan jenis kegiatan yang dilakukan. Berikut
ini adalah model portofolio IPA SD yang berisi contohcontoh pekerjaan siswa.
1)
Hasil ulangan
2)
Uraian tertulis hasil kegiatan percobaan
sederhana.
3)
Gambar-gambar dan laporan lisan,
4)
Produk berupa hasil pekerjaan proyek
5)
Laporan kelompok dan foto kegiatan siswa
6)
Respon terhadap pertanyaan open-ended atau
masalah pekerjaan rumah
7)
Salinan piagam penghargaan
f.
Bentuk
Asesmen Portofolio
Bentuk portofolio ada 2 yaitu:
1.
Portofolio Proses ( Proses Oriented )
Adalah
portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik
dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu.
2.
Portofolio Produk (Product Oriented )
Adalah
portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan
peserta didik , tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai hasil itu terjadi.
Adapun bentuk-bentuk asesmen
portofolio diantaranya sebagai berikut:
2)
Catatan anekdotal, yaitu berupa lembaran
khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa, khususnya
selama berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran ini memuat identitas yang
diamati, waktu pengamatan, dan lembar rekaman kejadiaannya..
3)
Ceklis atau daftar cek, yaitu daftar
yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak dicapai siswa.
4)
Skala penilaian yang mencatat isyarat
kemajuan perkembangan siswa.
5)
Respon-respon siswa terhadap pertanyaan
6)
Tes skrining yang berguna untuk
mengidentifikasi keterampilan siswa setelah pengajaran dilakukan, misalnya
siswa setelah pengajaran dilakukan, misalnya : tes hasil belajar, PR, LKS,
laporan kegiatan lapangan.
g.
Lagnkah-langkah
Asesmen Portofolio
Terdapat 3 langkah dalam menerapkan
portofolio yaitu:
1) Tahap persiapan yang meliputi:
a)
Menentukan jenis portofolio yang akan
dikembangkan.
b)
Menentukan tujuan penyusunan portofolio.
c)
Memilih kategori-kategori pekerjaan yang
akan dimasukkan portofolio.
d)
Meminta siswa untuk memilih tugas-tugas
yang akan dimasukkan dalam portofolio.
e)
Guru mengembangkan rubrik untuk menyekor
pekerjaan siswa. Rubrik merupakan kriteria penilaian yang menjadi patokan dlam
menentukan kualitas portofolio. Rubrik dapat disepakati bersama oleh guru dan
siswa.
2)
Mengatur portofolio
Portofolio
diatur sesuai kesepakatan selama satu semester. Siswa harusdiinformasikan bahwa
semua tugas atau beberapa tugas tersebut akan dijadikan bukti portofolio
kemudian ditata dan diorganisir sesuai dengan ciri khas pribadi masingmasing. Portofolio
dapat disimpan di dalam folder khusus untuk setiap siswa. Setiap bukti
pekerjaan siswa yang masuk dan telah dipilih diberi tanggal.
3)
Pemberian nilai akhir portofolio.
Bagian
akhir yaitu menilai portofolio yangtelah lengkap. Asepek yang dinilia meliputi isi portofolio, dan
kelengkapan portofolio yang meliputi pemberian sampul, nama pengembang dan
perencana (siswa dan guru), daftar isi serta refleksi diri.
DAFTAR
PUSTAKA
Widodo,
Ari,dkk. 2007. Pendidikan IPA di SD.
Bandung : UPI PRESS
Majid,
Abdul. 2006. Perencanaan Pembelajaran.Bandung : Rosdakarya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar