PENGARUH
MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PESTASI BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR
Pendidikan dan
pengajaran adalah suatu proses yang sadar tujuan. Tujuan dapat diartikan sebagai
suatu usaha untuk memberikan rumusan hasil yang diharapkan siswa setelah melaksanakan
pengalaman belajar (Sadirman, 2004). Tercapai tidaknya tujuan pengajaran salah satunya
adalah terlihat dari prestasi belajar yang diraih siswa. Dengan prestasi yang
tinggi, para siswa mempunyai indikasi berpengetahuan yang baik.
Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi
siswa adalah motivasi. Dengan adanya motivasi, siswa akan belajar lebih keras,
ulet, tekun dan memiliki dan memiliki konsentrasi penuh dalam proses belajar
pembelajaran. Dorongan motivasi dalam belajar merupakan salah satu hal yang
perlu dibangkitkan dalam upaya pembelajaran di sekolah.
Penelitian Wasty Soemanto (2003) menyebutkan,
pengenalan seseorang terhadap prestasi belajarnya adalah penting, karena dengan
mengetahui hasil-hasil yang sudah dicapai maka siswa akan lebih berusaha
meningkatkan prestasi belajarnya. Dengan demikian peningkatan prestasi belajar
dapat lebih optimal karena siswa tersebut merasa termotivasi untuk meningkatkan
prestasi belajar yang telah diraih sebelumnya.
Biggs dan Tefler (dalam Dimyati dan Mudjiono,
2006) mengungkapkan motivasi belajar siswa dapat menjadi lemah. Lemahnya
motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan, sehingga mutu
prestasi belajar akan rendah. Oleh karena itu, mutu prestasi belajar pada siswa
perlu diperkuat terus-menerus. Dengan tujuan agar siswa memiliki motivasi
belajar yang kuat, sehingga prestasi belajar yang diraihnya dapat optimal.
Motivasi belajar yang dimiliki siswa dalam
setiap kegiatan pembelajaran sangat berperan untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa dalam mata pelajaran tertentU (Nashar, 2004:11). Siswa yang
bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar
yang tinggi pula, artinya semakin tinggi motivasinya, semakin intensitas usaha
dan upaya yang dilakukan, maka semakin tinggi prestasi belajar yang
diperolehnya.
IPA sebagai salah satu mata pelajaran di
sekolah, dapat memberikan peranan dan pengalaman bagi siswa. Hasil pembelajaran
IPA pun dapat sangat dipengaruhi oleh motivasi dari siswa. Baik itu motivasi
internal maupun motivasi eksternal. Pembelajaran IPA dilakukan dengan berbagai
upaya, yaitu salah satunya melalui peningkatan motivasi belajar. Dalam hal
belajar siswa akan berhasil jika dalam dirinya sendiri ada kemauan untuk
belajar dan keinginan atau dorongan untuk belajar, karena dengan peningkatan
motivasi belajar maka siswa akan tergerak, terarahkan sikap dan perilaku siswa
dalam belajar, dalam hal ini belajar IPA.
Slameto (2003) mengemukakan
bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi
dengan lingkungannya menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam
belajar, siswa mengalami sendiri proses dari tidak tahu menjadi tahu.
Mohamad Surya (2004)
mengungkapkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses perubahan yaitu
perubahan perilaku sebagai hasil interaksi antara dirinya dan lingkungannya
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara lengkap, pengertian pembelajaran
dapat dirumuskan sebgain berikut: “pembelajaran ialah suatu proes yang
dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil dari pengalamn individu itu sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya”.
·
Motivasi
Belajar
Pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha yang
disadari untuk menggerakkan, menggarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang
agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil
atau tujuan tertentu.
Menurut
Clayton Alderfer (dalam Nashar, 2004:42) Motivasi belajar adalah
kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat
untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.
Motivasi dipandang sebagai dorongan mental
yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar.
Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan,
menyalurkan dan mengarahkan sikap serta perilaku pada individu belajar (Koeswara,
1989 ; Siagia, 1989 ; Sehein, 1991 ; Biggs dan Tefler, 1987 dalam
Dimyati dan Mudjiono, 2006)
Untuk peningkatan motivasi belajar menurut
Abin Syamsudin M (1996) yang dapat kita lakukan adalah
mengidentifikasiv beberapa indikatoryna dalam tahap-tahap tertentu.
Indikator motivasi antara lain: 1) Durasi kegiatan, 2) Frekuensi kegiatan,
3) Presistensinya pada tujuan kegiatan, 4) Ketabahan, keuletan dan
kemampuannya dalam menghadapi kegiatan dan kesulitan untuk mencapai tujuan,
5) Pengabdian dan pengorbanan untuk\ mencapai tujuan, 6) Tingkatan
aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan, 7) Tingkat
kualifikasi prestasi, 8) Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan.
·
Prestasi
Belajar
Poerwanto (2007)
memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “ hasil yang dicapai
oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport”
Selanjutnya Winkel (1997) mengatakan bahwa “prestasi belajar
adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam
melakukan kegiatan belajar sesuai dengan bobot yang dicapainya” Sedangkan
menurut Nasution, S (1987) prestasi belajar adalah “ kesempurnaan yang
dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat, prestasi belajar
dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, afektif dan
psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum
mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut”
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat
dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki
siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh
dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat
keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam
bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar
mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi.
Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi
belajar siswa. (G Hamdu, L Agustina - Jurnal Penelitian Pendidikan, 2011 - jurnal.upi.edu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar